Kamis, 12 Maret 2009

Pria Boleh Menangis

Riset baru menunjukan bahwa, pria bukan hanya boleh menangis, bahkan menangis kini dianggap sebagai tanda maskulinitas.
Para ahli psikologi yang melakukan riset hampir 300 orang juga menumukan, pria yang menangis ketika menghadapi kesedihan besar dipandang lebih positif dibandingkan perempuan.
Ekspresi tertentu yang di masa lalu dianggap tabu bagi kaum pria, kini bisa di terima. Jika sebelumnya menangis dikaitkan dengan pria lemah dan sensitif, kini menangis justru dikaitkan dengan pria kuat dan perkasa.
Menurut Prof. Stephanie Shienlds yang melakukan riset dan dijelaskan dalam buku barunya, Group Dynamics and Emotional Expression, persepsi sudah berubah akibat kejadian-kejadian dramatis.
Peristiwa 11 September 2201 tampaknya menyebabkan perubahan lain dalam hal menunjukan kesedihan di depan umum. Tangisan perdana menteri Tony Blair atas penembakan di sekolah Dunblane dipandang kuat dan positif.



Jadi bukan berari laki-laki menangis itu di anggap lemah, sensitif, feminin loh . . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar